Perkembangan pariwisata Nusa Penida dalam dua tahun terakhir lebih cepat dari perencanaan

“Perkembangan pariwisata Nusa Penida dalam dua tahun terakhir lebih cepat dari perencanaan, sehingga rencana detail tata ruang Nusa Penida kini lebih dipacu,” kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, di Nusa Penida, Sabtu (1/7).

Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali dan kini masuk dalam kawasan pulau-pulau kecil terluar (PPKT), sektor pariwisatanya berkembang pesat berkat semakin banyaknya wisatawan dalam dan luar negeri mengunjungi daerah itu.

“Hal itu berkat kesiapan dan kesadaran masyarakat setempat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelancong sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Romy Tanaya, Ahad (19/11).
“Kami tidak ingin pariwisata yang kini menjadi andalan masyarakat Lembongan bernasib sama dengan komoditas rumput laut, di mana karena mengejar kuantitas kita melupakan kualitas yang menyebabkan sumber penghasilan itu hilang selamanya,” ujar I Ketut Arjaya. Ia mengharapkan lewat pembentukan Pokdarwis Desa Lembongan mampu menyadarkan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas sekaligus mengangkat taraf hidup mereka.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Romy Tanaya kemajuan sektor pariwisata itu perlu diimbangi dengan adanya pengawasan agar tetap berjalan dengan baik. Desa Lembongan sebagai desa wisata dinilai sudah sepantasnya mempunyai kelompok sadar wisata yang nantinya bisa ikut andil dalam melakukan pengawasan dan memberi masukan kepada pemerintah.

Dalam pembentukan Pokdarwis Desa Lembongan, Gede Sutawan ditunjuk sebagai ketua dan Wayan Suwarbawa sebagai wakil Ketua, dilengkapi dengan seksi-seksi untuk memudahkan menjalankan program yang diharapkan bermanfaat kedepannya.

“Saya masih buta memimpin organisasi apalagi Desa Lembongan bukanlah Desa wisata yang baru berkembang, namun desa yang sudah sangat maju pariwisatanya dan tentu saja sudah banyak masalah yang ada, dengan itu saya akan selalu minta bimbingan dari Dinas Pariwisata sehingga Pokdarwis bisa berjalan sesuai rencana,” ujar Gede Sutawan.

Suwirta menambahkan, pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) telah menjadi agenda nasional dan juga di level internasional melalui UN General Assembly. Maka perlu diketahui bagaimana peran pariwisata dalam pembangunan berkelanjutan.

“Untuk mewujudkan sustainable tourism tiga pulau di Nusa Penida yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, maka pengelolaannya diserahkan ke dua badan pengelola,” ujar Bupati Nyoman Suwirta.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gde Yuniartha mengatakan, untuk memajukan pariwisata berkelanjutan, kesadaran wisata bagi masyarakat setempat harus dapat ditingkatkan.

“Bisa melalui pelatihan dan prilaku yang mendukung pengembangan sektor pariwisata,” ujar Yuniartha.

Lebih lanjut Yuniartha memaparkan, Kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Nusa Penida selama liburan Idul Fitri tahun ini meningkat tajam dibanding hari-hari sebelumnya.

“Bahkan hotel dan penginapan yang ada tidak mampu menampung jumlah kunjungan wisatawan dan hal itu diharapkan tetap terjadi di masa-masa mendatang,” katanya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indonesia memiliki penilaian yang bagus terkait sustainable tourism. Bahkan Indonesia menempati peringkat kedua setelah China. Prestasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah untuk terus menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

1 thought on “Perkembangan pariwisata Nusa Penida dalam dua tahun terakhir lebih cepat dari perencanaan”

Comments are closed.